Hal ini mungkin dibuktikan dalam perjalanan hidup saya

Dalam aksi militer Belanda I tanggal 15 Januari 1947 beliau terlibat voor contact di Simpang Kalawi, Padang Musuh memergokinya waktu sedang memegang tali kawat untuk meledakkan ranjau darat di bawah jembatan Kalawi.

Setelah ditembak mati serdadu Belanda, mayatnya diseret ke jalan raya, lalu kepalanya digilas dengan tank.

Beliau gugur sebagai syuhada, dan selesai salat Maghrib hari itu juga jasadnya dimakamkan dalam upacara militer di belakang surau kecil Korong Gadang, Padang.

Setiap tahun pada hari gugurnya itu secara rutin jemaah masjid Bansa ci Ketaping Lawang, menziarahi makamnya ke Korong Gadang.

Tahun 1985, makam tersebut dipindahkan ke pekarangan masjid Bansa, di mana beliau salah seorang di antara sponsor pembangunan masjid tersebut tahun 1917 silam.

Hal ini mungkin dibuktikan dalam perjalanan hidup saya

Untuk kedua kalinya pemakaman syuhada ini dilakukan dalam upacara militer RUMAH GADANG Bapak dan Andai tinggal di rumah gadang, rumah komunal kaum kami, Inilah rumah yang dipusakai (diwarisi) nenek saya Rafiah (Rapah) dan adik beliau "nenekmuda" Lasoen Di Mi puan.

nangkabau rumah diperuntukkan bagi anak perem- Jika sepasang suami istri memiliki anak gadis empat 15 Asal Usul dan Kaum Ke menuju dapur, terdapat dua palung padi, meski di halama pula dua rangkiang." Nenek saya Rafiah mewarisi rumah bagian barat dan bagian timur untuk nenek muda La bersama suami masing-masing menempati satu kam kamar lainnya untuk anak-anak gadis soen.

Kedua orang ini ar, sedang LAHIR SAAT MATAHARI NAIK Saya lahir pada tanggal 10 Mei 1930 di rumah gadang kami yang beratap ijuk itu.

Kelahiran saya dibidani dukun tra- disional bernama Rinam.

Saya anak ketiga setelah kakak perempuan tertua Sjamsidar yang lahir tanggal 25 Oktober 1925.

Disusul kakak lelaki Azhar yang lahir 21 Februari 1928 namun wafat waktu masih murid kelas II Sekolah Desa.

Adik saya Firdaus lahir 22 Desember 1934.

Dia meninggal di Padang tanggal 16 September 1986.

Yang bungsu Mardjunis lahir tanggal 12 Juli 1939, pun sudah meninggal tanggal 10 Maret 1964 di Jakarta.

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.

Menurut Andai (ibunda) Jawani, saya lahir pada hari Selasa sekitar pukul 9.00 pagi saat matahari mau naik.

Menurut Andai, kelahiran hari Selasa menjelang matahari naik, per- tanda anaknya keras hati, sukar dikendalikan dan karengkang, n tidak patuh, atau suka melawan.

Hal ini mungkin dibuktikan dalam perjalanan hidup saya

Hal ini mungkin dibuktikan dalam perjalanan hidup saya.

Yang saya rasakan, saya punya sikap spontan, berterus terang, terlalu cepat mengambil keputusan tanpa pikir panjang.

Kata orang, ada positifnya, juga ada negatifnya Taurus adalah salah satu di antara gugus bintang ga yang terdekat, "cuma" 450 tahun perjalanan cahaya dar Sejauh itu kok bisa si bintang meramalkan nasib manusia bumi? dan tawakkaltu 'alallah! Secara astrologi, bintang saya Taurus dengan simbol ban- teng.

Apakah tabiat banteng itu melekat pada saya? Ras bintang besar di belahan langit sebelah utara itu paling terang aktika bumi di Say a tidak percaya, nasib kita tergantung usaha sendiri Rangkiang, lumbung padi tradisional Asal Usul dan Kaum Kerabat umrah ke Haramain sebab saya dianggap non-Muslim.

Nam Marthias, membuat mereka yakin bahwa saya pemeluk Katolik ditambah pula wartawan surat kabar Kompas nama Pak Natsir menganjurkan tambah Ahmad di muka orangtua.

Comments

Popular posts from this blog

Catering Jogja Murah : Cara Memilih Ham Paskah

Sewa Bus : Petualangan Perjalanan wisata di California

Di sini pun diselenggarakan judi secara bebas, ramai